TUGAS REPRODUKSI BACAAN
Pengampu : M. Fakhrur Saifudin
Mata kuliah : Membaca Komprehehsif
Nama : Dewi Asri Wulandari
Nim : A. 310110121
Kelas : 2C
Sinopsis dari buku :
Judul Buku : SPIRITUAL READING “Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca”
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani & Amir bin Muhammad Al-Madani
Penerbit : Darut Tauzi’ Maktabah Shaidul Fawaid
tahun terbit : 2007
tebal Buku : 210 hlm.
Sinopsis :
Tanpa membaca umat tidak akan berdiri. Karena itu, salah satu penanggung jawab Yahudi mengatakan, “Kita tidak takut dengan orang Islam. Sebab, orang Islam adalah umat yang tidak membaca.”
Membaca adalah prioritas utama bagi seorang pecinta ilmu. Membaca adalah jendela dunia. Kita dapat dengan mudah meneropong dunia hanya dengan membaca. Seperti mengasah sebila pisau, semakin diasa semakin tajam. Membaca pun demikian, semakin sering membaca semakin bertambahlah ilmu dan pemahaman seseorang. Rasanya hidup lebih bermakna dengan membaca. Bahkan membaca menjadi hal yang wajib dalam Islam. Allah menurunkan ayat pertamanya yang berisikan perintah membaca. Namun, meskipun terkadang kita menyadari akan hal itu, seringkali kita malah kesulitan dalam menentukan prioritas pertama yang harus kita baca.
Syahdan, usai perang Badar, 70 orang musyrikin Quraisy berhasil ditawan kaum Muslimin. Angka yang cukup fantastis untuk dijadikan alat tekan bagi kabilah Quraisy di Mekkah. Namun, Rasulullah mengambil kebijakan lain. Sebagian tawanan dibebaskan dengan syarat mengajari membaca 10 orang muslim. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meyakini, membaca adalah langkah penting yang mengantarkan umat Islam ke gerbang kejayaan. Dan, sederet nama shahabat yang muncul kemudian sebagai gudang ilmu, menjadi bukti kebenaran analisis beliau. Umat Islam pun berjaya sebagai pelopor tradisi keilmuan pada kurun-kurun berikutnya. Namun, kini umat Islam identik sebagai obyek dari berbagai arus informasi. Kaum muslimin puas duduk sebagai umat yang tertinggal.
Dr. Raghib As-Sirjani dan Amir Al-Madari meyakini sebab kemunduran umat ini adalah hilangnya budaya baca yang sebelumnya menjadi karakter khasnya. Lewat buku ini, kedua penulis tak sekedar menyajikan teori atau motivasi kosong belaka, namun disertai tuntunan praktis bagi kalian dalam memilah, mengolah, dan menyerap berbagai informasi yang kalian baca.
Motivasi dan tips cerdas untuk mengajak kalian lebih 'bersahabat' dengan buku. Terlebih penulis menyisipkan daftar prioritas buku-buku yang harus kalian baca. Sebuah titik tolak penting menuju kemajuan dan kejayaan umat Islam. Bukankah wahyu pertama Al-Qur'an adalah perintah untuk membaca.
Dilengkapi dengan : - Tips membaca yang efektif -
- Tips membaca cepat
- Tips menguasai apa yang kita baca
- Apa yang semestinya kita baca
- Cara Salafus shalih mengamalkan perintah ”IQRA’” (Bacalah)
- Dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan membaca
- Tips membaca cepat
- Tips menguasai apa yang kita baca
- Apa yang semestinya kita baca
- Cara Salafus shalih mengamalkan perintah ”IQRA’” (Bacalah)
- Dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan membaca
Lebih lanjut Dr. Raghib As- Sirjani menuliskan sepuluh prioritas bacaan yang semestinya kita baca. Prioritas pertama, Al-Qur’an. Prioritas kedua tak lain adalah bacaan berupa Al-Hadits As-Syarif. Hal ini karena, selain Hadits mendapatkan posisi kedua setelah Al-Qur’an, Hadits juga menjelaskan maksud-maksud tertentu yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Prioritas ketiga, membaca Ilmu-ilmu Syar’i, yang di dalamnya termasuk kitab-kitab tafsir, fiqih, tauhid, dan sejenisnya. Prioritas keempat, membaca buku-buku spesialisasi keilmuan tertentu. Dokter harus banyak membaca tentang kedokteran, tentara harus banyak membaca buku-buku militer, pengusaha harus banyak membaca buku-buku perbisnisan, dan semisalnya. Prioritas kelima, membaca buku sejarah, mengingat sejarah cukup penting dalam rangka menangkap pelajaran atau ibroh positif. Prioritas keenam, membaca ilmu politik, dalam artian politik segala bidang dan negara keseluruhan.
Prioritas ketujuh, buku tentang pendapat-pendapat orang lain. Ini berguna untuk mendapatkan pelajaran dari alur gerakan pemikiran-pemikiran orang lain, baik yang pro atau kontroversi. Prioritas kedelapan, membaca tentang syubhat seputar Islam guna membendung kesalahpahaman penggugat Islam memahami konsep Islam, dengan menyuguhkan dalil-dalil. Prioritas kesembilan, bacaan tentang pendidikan anak. Hal ini mengingat dalam mendidik anak menjadi shalih dan shalihah ada seni tersendiri dan telah diatur secara khusus. Dan prioritas kesepuluh, membaca buku-buku hiburan. Ini mengingat manusia cenderung merasa jenuh, maka dipersilahkan sesekali membaca berita-berita olahraga, syair-syair santun, gambar-gambar karikatur sopan, dan sejenisnya.
Dalam buku ini pun, tidak hanya menyebutkan prioritas bacaan saja, tetapi juga menyarankan beberapa judul buku referensi yang sebaiknya kita baca sebagaimana kesepuluh prioritas bacaan tersebut.
Selamat membaca dan salam SUKSES!!!
Selamat membaca dan salam SUKSES!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar